•Februari 9, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kerusuhan, Kesalahan Pihak Keamanan?
Laga sepakbola Indonesia rentan kerusuhan. Bahkan, para suporter kerap dicap sebagai biang rusuh. Namun stigma ini dibantah para suporter. Sebut saja, Solihin Tarigan, suporter klub PSMS Medan. Dia mengatakan kerusuhan lantaran ketidaksiapan pihak pelaksana dan keamanan. “Seharusnya mereka tahu mengantisipasi ini semua,” jelas Solihin di Jakarta, Ahad (9/2) pagi.

Pendapat tersebut diamini Danang Ismartani, suporter Persija Jakarta. Menurut dia, setiap kegiatan yang berhubungan dengan massa dalam jumlah yang besar pasti rentan dengan kerusuhan. “Nah, di sinilah tugas panitia pelaksana dan petugas keamanan untuk menciptakan pola pengamanan yang bisa mencakupi semua aspek,” ucap Danang.

Ada beberapa hal menurut Danang yang bisa memicu kerusuhan. Salah satunya adalah ketidaksiapan suporter dalam menerima kekalahan. Namun imbuh Danang, faktor yang paling sering menyebabkan kerusuhan adalah ketidakbagusan kinerja wasit. Ya, keputusan wasit kerap memicu kontroversi dan cenderung berpihak. Wajar, hal ini membuat geram para suporter.

Masih segar dalam ingatan, tewasnya Fathul bin Samsur, pendukung Persija dalam bentrokan di Stadion Utama Gelanggang Olahraga Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu silam. Danang mengatakan kejadian tersebut bukanlah kerusuhan melainkan penganiayaan. “Dia [Fathul] baru datang dari arah Jalan Sudirman. Kemudian, massa berseragam Persipura Jayapura menganiaya Fathul hingga tewas,” cerita Danang.

Sampai saat ini, belum ada kemajuan dalam penyelidikan kasus tewasnya Fathul usai laga semifinal Liga Djarum Indonesia 2007 antara Persipura dan PSMS Medan. Ibunda Fathul mengaku ikhlas atas kepergian anaknya meski dengan cara tragis. Bahkan, dia menolak jasad Fathul diotopsi untuk memudahkan penyelidikan polisi.

Semifinal Liga Djarum Indonesia Rusuh, Satu Tewas

Kerusuhan bagai tak henti-hentinya mewarnai sepakbola Indonesia. Kali ini terjadi pada semifinal Liga Djarum Indonesia 2007 yang digelar di Stadion Utama Gelanggang Olahraga Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2) malam. Kerusuhan berawal saat pendukung Persipura yang timnya kalah dari PSMS keluar stadion berpapasan dengan suporter Persija Jakarta. Kedua kelompok suporter ini kemudian saling ejek sehingga saling lempar batu pun tidak terelakkan. Apalagi, tidak semua The Jak Mania (julukan pendukung Persija) bisa masuk stadion sehingga situasi makin memanas.

Saat baku lempar batu berlangsung, seorang pendukung Persija tergeletak dengan kepala luka akibat terkena pukulan benda keras. Korban yang belum diketahui identitasnya meninggal saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Angkatan Laut dokter Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Ini adalah korban meninggal pertama dalam kerusuhan sepakbola Indonesia, terutama yang digelar di Jakarta.

Sebenarnya, aroma kerusuhan sudah terasa usai Persipura dikalahkan PSMS yang berkesudahan dengan skor 4-5 lewat drama adu tendangan penalti. Entah siapa yang memulai, pendukung Persipura yang sudah keluar stadion dilempari penonton yang berada dalam stadion. Polisi yang tidak mau mengambil resiko langsung menembakkan gas air mata sehingga sebagian massa berlarian.

Keributan meluas hingga keluar areal stadion. Bahkan bus yang digunakan pendukung Persija ikut rusak terkena lemparan batu. Tak hanya itu, beberapa orang yang ada di dalam bus pun luka. Hasil pertandingaan berakhir bagi kemenangan Sriwijaya FC 1-0 atas Persija. Di final yang digelar Sabtu mendatang, Sriwijaya FC akan menghadapi PSMS.

Ketua MA: Silakan Pollycarpus Ajukan PK

Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan mempersilakan Pollycarpus Budihari Priyanto mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas keputusan hukum terhadap dirinya asalkan memenuhi syarat. “Silakan saja PK, asalkan memenuhi syarat. Sesuai undang-undang menyebutkan PK itu satu kali,” katanya di Jakarta, Jumat (8/2).

Bagir Manan mengatakan PK pidana tidak ada batasan waktunya, berbeda dengan PK perdata yang diberi batas waktu 180 hari. “PK pidana sewaktu-waktu boleh, bahkan orang yang sudah menjalani hukuman atau sudah ke luar boleh, seperti, untuk mengembalikan kehormatannya,” ujar Bagir.

Sebelumnya dilaporkan, kuasa hukum Pollycarpus, Muhammad Assegaf menyarankan kliennya yang kini divonis 20 tahun oleh MA dalam kasus pembunuhan Munir agar mengajukan PK. “Saya anjurkan dia untuk mengajukan PK sebab ia sebagai terdakwa belum pernah mengajukan PK,” ungkap Assegaf.

Dijelaskannya, secara hukum PK seharusnya menjadi hak-hak terdakwa atau ahli warisnya dan bukan menjadi hak Jaksa Penuntut Umum. Menurut dia, putusan MA janggal sebab salah satu hakim yang memvonis Polly yaitu Joko Sarwoto, menyatakan PK menjadi hak terdakwa dan JPU tertutup kemungkinan untuk mengajukan PK.(JUM/Antara)

http://www.liputan6.com/actual/?id=9204

Iklan

•Januari 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar


Teori Big bang

•Januari 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

TEORI BIG BANG

           

Alam semesta ini berasal dari sebuah ledakan yang sangat dahsyat, ledakan ini disebut Big Bang (Dentuman Besar). Dahulu ilmu yang mempelajari asal-usul alam semsta disebut Kosmogoni. Namun dewasa ini, Kosmogoni telah diperluas, tidak hanya mempelajari tentang asal-usul alam semesta dan evolusinya tetapi juga meliputi isi alam semesta dan organisasinya sehingga disebut Kosmologi.

 

Ø      Menurut prinsip Kosmologi modern, dasar terbentuknya alam semesta dapat dikelompokkan ke dalam tiga teori :

1.      Teori Keadaan Tetap

“Alam semsta sama di manapun atau bilamanapun atau dengan kata lain alam semesta sama di mana-mana setiap saat.”

Hipotesis ini disebut Kosmologi Keadaan Tetap (Steady-State Cosmology). Namun teori ini tergoyahkan karena alam semesta cenderung mengembang dan tidak tetap.

            2.   Teori Osilasi

“Materi alam semesta bergerak saling menjauhi kemudian akan berhenti, lalu akan mengalami pemampatan demikian seterusnya secara periodik.”

Teori ini mengemukakan bahwa alam semesta sekarang sedang mengembang karena sebelumnya telah terjadi penyusutan. Dalam proses ini tidak ada materi yang rusak atau hilang ataupun tercipta, hanya mampat atau merenggang.

            3.   Teori Dentuman Besar / Big Bang

“ Seluruh materi dan energi dalam alam semesta pernah bersatu membentuk sebuah bola raksasa. Kemudian bola raksasa ini meledak sehingga seluruh materi mengembang karena pengaruh energi ledakan yang sangat besar.”

Tahapan terjadinya Dentuman Besar :

1)      Segera setelah terjadi dentuman besar, alam semesta mengembang dengan cepat hingga kira-kira 2000 kali matahari.

2)      Sebelum berusia satu detik, semua partikel hadir dalam keseimbangan. Satu detik setelah dentuman, alam semesta membentuk partikel-partikel dasar, yaitu elektron, proton, neutron, dan neutrino pada suhu 10 miliar kelvin.

3)      Kira-kira 500 ribu tahun setelah terjadi ledakan, lambat laun alam semesta menjadi dingin hingga mencapai suhu 3000K. Partikel-partikel dasar membentuk benih kehidupan alam semesta.

4)      Gas hidrogen dan helium membentuk kelompok-kelompok gas rapat yang tak teratur. Dalam kelompok-kelompok tersebut mulai terbentuk protogalaksi.

5)      Antar satu dan dua miliar tahun setelah terjadinya dentuman besar, protogalaksi-protogalaksi melahirkan bintang-bintang yang lambat laun berkembang menjadi raksasa merah dan supernova yang merupakan bahan baku kelahiran bintang-bintang baru dalam galaksi.

6)      Satu di antara miliaran galaksi ytang terbentuk adalah galaksi Bimasakti. Di dalam galaksi ini terdapat tata surya kita, dengan matahri adalah bintang yang terdekat dengan bumi.

 

Radiasi Isotropis 3K

            Radiasi isotropik sinar kosmik yang redup dari radiasi gelombang mikro yang bersuhu sangat rendah yaitu sekitar tiga derajat kelvin (3K) atau 270oC sekarang dapat dilihat di seluruh alam semesta, menurut ahli astronomi, merupakan sisa-sisa dentuman besar yang disebut radiasi isotropis 3K. Arno Penzias dan Robert Wilson dari New Jersey, Amerika Serikat, pada tahun 1965 ternya menangkap radiasi dari gelombang mikro tersebut dari segala arah. Dari arah datangnya radiasi para ahli astronomi mengharapkan dapat menemukan pusat alam semesta. Karena radiasi ditangkap dari segala arah maka dapat disimpulkan bahwa pusat alam semesta maupun asal mulanya ada di sekeliling kita. Sumber radiasi isotropik 3K yang identik dengan benda hitam seharusnya berasal dari pusat dentuman besar, karena p

Asal Usul Kehidupan

•Januari 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

ASAL USUL KEHIDUPAN

Evolusionis menyatakan bahwa makhluk hidup membentuk diri mereka sendiri secara mandiri dari benda mati. Namun, ini adalah dongeng takhayul abad pertengahan yang bertentangan dengan hukum dasar biologi.

B agi kebanyakan orang, pertanyaan “apakah manusia berasal dari kera atau tidak” muncul dalam benak mereka ketika teori Darwin disebutkan. Tapi sebelum membahas masalah ini, sebenarnya masih terdapat beragam pertanyaan yang harus dijawab oleh teori evolusi. Pertanyaan pertama adalah bagaimana makhluk hidup pertama muncul di bumi.

Evolusionis menjawab pertanyaan ini dengan mengatakan bahwa makhluk hidup pertama adalah sel tunggal yang terbentuk dengan sendirinya dari benda mati secara kebetulan. Menurut teori ini, pada saat bumi masih terdiri atas bebatuan, tanah, gas dan unsur lainnya, suatu organisme hidup terbentuk secara kebetulan akibat pengaruh angin, hujan dan halilintar. Tetapi, pernyataan evolusi ini bertentangan dengan salah satu prinsip paling mendasar biologi: Kehidupan hanya berasal dari kehidupan sebelumnya, yang berarti benda mati tidak dapat memunculkan kehidupan.

SEL YANG MEMBELAH DIRI
Hukum paling mendasar dari kehidupan adalah “kehidupan hanya berasal dari kehidupan”. Suatu makhluk hidup hanya dapat muncul dari kehidupan sebelumnya.

 

Kepercayaan bahwa benda mati dapat memunculkan kehidupan sebenarnya sudah ada dalam bentuk kepercayaan takhayul sejak abad pertengahan. Menurut teori ini, yang disebut “spontaneous generation”, tikus diyakini dapat muncul secara alami dari gandum, atau larva lalat muncul “tiba-tiba dengan sendirinya secara kebetulan” dari daging. Saat Darwin mengemukakan teorinya, keyakinan bahwa mikroba dengan kemauan sendiri membentuk dirinya sendiri dari benda mati juga sangatlah umum.

 

 

 

“LUMPUR YANG BERUBAH MENJADI MAKHLUK HIDUP”

Nama ilmiah dari gambar di samping ini adalah “Bathybius Haeckelii”, yang berarti “Lumpur Haeckel”. Ernst Haeckel, seorang pendukung gigih teori evolusi, mencoba mengamati lumpur yang berhasil dikeruk dengan cawan dan menganggapnya sangat menyerupai sejumlah sel yang dilihatnya di bawah mikroskop. Berdasarkan pengamatan ini, ia menyatakan bahwa lumpur ini adalah materi tak hidup yang berubah menjadi organisme hidup. Haeckel dan rekannya, Darwin, meyakini kehidupan memiliki struktur sederhana sehingga dapat terbentuk dari benda mati. Akan tetapi, ilmu pengetahuan abad ke-20 menunjukkan bahwa kehidupan tidak pernah dapat muncul dari sesuatu yang tak hidup.

 

Penemuan biologiwan Prancis, Louis Pasteur, mengakhiri kepercayaan ini. Sebagaimana perkataannya: “Pernyataan bahwa benda mati dapat memunculkan kehidupan telah terkubur dalam sejarah untuk selamanya”.2 Setelah Pasteur, para evolusionis masih berkeyakinan bahwa sel hidup pertama terbentuk secara kebetulan. Namun, semua percobaan dan penelitian yang dilakukan sepanjang abad ke-20 telah berakhir dengan kegagalan. Pembentukan “secara kebetulan” sebuah sel hidup tidaklah mungkin terjadi, bahkan untuk membuatnya melalui proses yang disengaja di laboratorium tercanggih di dunia pun ternyata tidak mungkin.

 

SPONTANEOUS GENERATION: TAKHAYUL ABAD PERTENGAHAN

Di antara kepercayaan takhayul yang diyakini masyarakat abad pertengahan adalah benda mati dapat memunculkan kehidupan dengan sendirinya secara tiba-tiba. Saat itu diyakini, misalnya, katak dan ikan terbentuk dengan sendirinya dari lumpur di dasar sungai. Di kemudian hari terungkap, hipotesis yang dikenal sebagai “spontaneous generation (kemunculan tiba-tiba)” ini adalah kebohongan belaka. Akan tetapi, di kemudian hari dengan skenario yang sedikit berbeda, kepercayaan ini dihidupkan kembali dengan nama “teori evolusi”.

 

Oleh karenanya, pertanyaan tentang bagaimana makhluk hidup pertama muncul telah menempatkan teori evolusi dalam kesulitan sejak awal. Salah satu tokoh utama pendukung teori evolusi tingkat molekuler, Prof. Jeffrey Bada, membuat pengakuan berikut ini:

Saat ini, ketika kita meninggalkan abad keduapuluh, kita masih dihadapkan pada masalah terbesar yang belum terpecahkan pada saat kita memasuki abad keduapuluh: Bagaimana kehidupan muncul pertama kali di bumi?3

MITOS “EVOLUSI KIMIAWI” Evolusionis terkenal, Alexander Oparin, muncul dengan gagasan “evolusi kimiawi” di awal abad ke-20. Gagasan ini menyatakan bahwa sel hidup pertama muncul secara kebetulan melalui sejumlah reaksi kimia yang terjadi pada kondisi bumi purba. Akan tetapi, tak satu evolusionis pun, termasuk Oparin sendiri, yang mampu memberikan satu pun bukti yang mendukung gagasan “evolusi kimia”. Sebaliknya, setiap penemuan baru di abad ke-20 menunjukkan kehidup-an terlalu kompleks untuk dapat terbentuk secara kebetulan. Evolusionis terkenal Leslie Orgel membuat pengakuan berikut ini: “(Dengan mempelajari struktur DNA, RNA, dan protein) seseorang mestinya berkesimpulan: ternyata kehidupan tidak akan pernah dapat terbentuk melalui reaksi-reaksi kimiawi.” 4

 

Selain menggugurkan teori evolusi, hukum “kehidupan muncul dari kehidupan sebelumnya” juga menunjukkan bahwa makhluk hidup pertama muncul di bumi dari kehidupan yang ada sebelumnya, dan ini berarti ia diciptakan oleh Allah. Allah, Dia-lah satu-satunya Pencipta yang dapat menghidupkan benda mati. Dalam Alquran disebutkan, “Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup.” (QS. Ar-Ruum, 30:19)

 

http://www.harunyahya.com/indo/buku/menyibak002.htm

 

 

 

 

 

Halo dunia!

•Januari 26, 2008 • 1 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!